Cagar Alam Lamedae

LEGALITAS

No. SK Surat Keputusan Menteri Pertanian No 639/Kpts/Um/9/1982
Tanggal SK 1 September 1982
Luas (Hektar) 810,00
Unit Pelaksana Teknis BKSDA Sulawesi Tenggara
Catatan sejarah penetapan Cagar Alam Lamedai bermula dari Surat Direktur PPA Nomor : 1058/IV-i/IV/6/1972 tanggal 22 Agustus 1972 yang mengusulkan kepada Gubernur agar komplek hutan lamedae-tangketada yang banyak ditumbuhi pohon kayu kuku (pericopsis mooniana) salah satu jenis yang langka dan perlu dilindungi. Untuk dijadikan kawasan Cagar Alam.

Berdasarkan surat tersebut kemudian terbitlah rekomendasi Gubernur KDH tingkat I Sulawesi Tenggara Nomor : PTA/4/1/11, tanggal 16 Februari 1974 Menteri Pertanian mengeluarkan SK tentang penunjukan hutan lamedae – tangketada seluas 500 Ha sebagai Cagar Alam. pada tahun 1987 dilakukan kegiatan tata batas yang dilaksanakan olhe sub BIPHUT dengan hasil luas Cagar Alam Lamedae bertambah menjadi 635. 15 Ha. Berdasarkan tata batas tersebut ditetapkan keputusan Menteri Kehutana No. 209/KPTS-II/1994 tanggal 30 April 1994

ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

Propinsi Sulawesi Tenggara
Kabupaten Kabupaten Kolaka
Kecamatan Kecamatan Tanggetada
Desa Desa Lamedai
Batas Utara
Batas Selatan
Batas Barat
Batas Timur

KEADAAN FISIK

Elevasi (mDpl)
5–200
Topologi&Geologi
topografi datar hingga berbukit dengan kemiringan berkisar antara 15 – 30%. Berdasarkan Peta Tanah Provinsi Sulawesi Tenggara CA Lamedai memiliki jenis tanah alluvial, dengan jenis batuan menurut Peta Tematik Intag Pusat P dan P skala 1 : 2.500 Provinsi Sulawesi Tenggara termasuk jenis pratersier.
Iklim
termasuk iklim tipe C (Schmidt dan Ferguson)
Suhu
24’-33’C

POTENSI BIOTIK KAWASAN

Habitat

Gunung
Danau
Sungai

Flora

Endemik
Identifikasi Sementara Identifikasi sementara di kawasan ini yaitu: Kayu kuku (Pericopsis mooniana); Eha (Castanopsis buruana); Kayu besi (Metrosideros petiolata); Melinjo (Gnetum gnemon); Putat (Barringtonia racemosa); Holea (Cleistanthus sumatranus); Kuma (Paaquium obovatum); Ondolia (Canangium odoratum); Kalapi (Kalappia celebica); Pulai (Alstonia sp.); Kantong semar (Nepenthes sp.); Rotan (Calamus sp.); Pandan hutan (Pandanus sp.)

dibutuhkan penelusuran lebih lanjut …?

Gambaran umum flora di Sulawesi Tenggara
Pohon ===> click here
Non Pohon ===> click here
Mangrove ===> click here

Fauna

Endemik
Identifikasi Sementara Identifikasi sementara di kawasan ini yaitu: Anoa dataran rencah (Bubalus depressicornis); Rusa (Cervus timorensis); Monyet hitam Sulawesi (Macaca ochreata); Babi hutan (Sus celebenesis); Kus-kus (Phalanger celebensis); Bajing (Callasciurus sp.); Ayam hutan (Gallus gallus); Rangkong (Aceros cassidix); Raja udang (Halcyon coromanda); Merpati hutan (Ducula aenea); Betet (Tanignathus megalorynchos)

dibutuhkan penelusuran lebih lanjut…?

Gambaran umum fauna di Sulawesi Tenggara
Amfibi ===> click here
Burung ===> click here
Ikan ===> click here
Insect ===> click here
Mammalia ===> click here
Reptil ===> click here
Terumbu Karang ===> click here

SUMBER:

Website
  1. pika.ksdae.menlhk.go.id; September 2017
  2. bksdalatihan.hol.es; September 2017
  3. …?
Blog
  1. …?
PDF
  1. Statistik Dirjen KSDAE 2015; Dirjen KSDAE (Link:drive.google.com)
  2. PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2014 – 2034; Gubernur SULAWESI TENGGARA (Link:drive.google.com)
  3. RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAYU KUKU (Pericopsis mooniana (Thw.) Thw) TERHADAP INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA LOKAL; Husna, Mahasiswa Program Doktor Prodi Silvikultur Tropika SPs, IPB; Sri Wilarso R, Irdika Mansur dan Cecep Kusmana, Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB; 2015 (Link:drive.google.com)
  4. FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA RIZOSFER Pericopsis mooniana (Thw.) Thw. DI SULAWESI TENGGARA; Husna, Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, Universitas Halu Oleo, Kendari; Sri Wilarso Budi R, Irdika Mansur dan Cecep Kusmana, Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB; Kartini Kramadibrata, Herbarium Bogoriense, Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Bogor; 2014 (Link:drive.google.com)
  5. ..?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *